Suak Timah Kembangkan Ekonomi Budaya Berbasis Potensi Rawa Nipah
NAHABA-Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, melaksanakan rangkaian aktivasi Pengembangan Ekonomi Budaya melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pembinaan Gampong Suak Timah setelah mendapatkan apresiasi Desa Budaya pada tahun 2025. Pada tahun 2026, pengembangan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan produk budaya, penguatan UMKM, serta wisata budaya berbasis masyarakat dengan memanfaatkan potensi budaya dan ekosistem rawa nipah, 15 September 2026
Rangkaian Kegiatan Aktivasi Ekonomi Budaya ini di mulai pada tanggal 7 sampai dengan 12 September 2026 dalam bentuk Workshop dan Lokakarya yang diikuti oleh warga Suak Timah dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut meliputi Workshop Pengolahan Produk Kuliner Berbahan Dasar Nipah, Workshop Pengolahan Produk Kriya Berbahan Dasar Nipah, Lokakarya Pengembangan Produk Wisata Berbasis Masyarakat, Workshop Inovasi Kasab, Workshop Promosi Produk Kuliner dan Kriya Melalui Media Sosial, serta Workshop Manajemen Pengelolaan UMKM. Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta mempelajari sekaligus mempraktikkan langsung pengolahan produk berbahan dasar nipah, strategi pemasaran produk, dan tata kelola organisasi UMKM yang tepat. Tujuannya adalah agar pengelolaan usaha berjalan lebih efektif dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Pengembangan juga diarahkan pada Travel Pattern atau pola perjalanan wisata budaya berbasis masyarakat, ikut serta menangkap ikan dengan warga, seperti memasak bersama warga, menyusuri rawa nipah dengan sampan, mengunjungi Pulau Sada dan Makam Po Ru, serta mengikuti seni pertunjukan bersama masyarakat.
Untuk mendukung atraksi jelajah budaya ekosistem rawa nipah, masyarakat juga mengembangkan rakit sebagai salah satu sarana pendukung.
Hasil dari proses tersebut kemudian diperkenalkan melalui Festival Nipah 2026 yang berlangsung pada 14–15 September di Ujong Pulo Antui, Gampong Suak Timah.
Festival Nipah bukan program yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari rangkaian aktivasi Pengembangan Ekonomi Budaya. Festival menjadi ruang showcase untuk memperlihatkan hasil pengembangan masyarakat sekaligus mempertemukan produk, aktivitas budaya dan wisata dengan pengunjung.
Festival tahun ini melibatkan 11 UMKM Gampong Suak Timah dan 9 UMKM dari beberapa gampong di Kecamatan Samatiga, di antaranya Cot Darat, Leukeun dan Lhok Bubon. Produk yang dibawa disesuaikan dengan potensi masing-masing, seperti produk berbasis nipah dari Suak Timah dan produk berbasis sagu dari Leukeun dan Gampong Ladang. Selain itu, terdapat 11 kios warga yang ikut menjual berbagai makanan dan minuman.
Selama dua hari festival, rata-rata omzet UMKM dan kios berada di kisaran Rp3 juta per UMKM dan kios. Sementara paket wisata budaya menggunakan rakit yang diluncurkan dalam rangkaian festival memperoleh omzet sekitar Rp2 juta selama dua hari, dengan harga promosi Rp35 ribu per orang selama festival.
Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Ibu Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP., menegaskan bahwa yang penting dari pelaksanaan di Suak Timah bukan hanya festivalnya, tetapi proses yang melahirkan festival tersebut.
“Tahun lalu desa ini menjadi salah satu desa terbaik dan mendapatkan apresiasi lima desa budaya terbaik dari Program Pemajuan Kebudayaan Desa. Jadi permasalahan ini bukan pada festivalnya, tapi bagaimana festival ini tercipta berkat kolaborasi dan kerja sama dari Daya Desa dengan perangkat desa dan warga sehingga apa yang menjadi potensi desa dapat diangkat menjadi potensi budaya.”
Menurut Irini, Festival Nipah merupakan salah satu bentuk aktivitas yang lahir dari proses tersebut. Karena itu, festival diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus dikembangkan agar dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.
“Bagaimana mendorong ekonomi budaya itu tumbuh dan berkembang.”
Sejalan dengan hal tersebut, Mukhsin selaku Daya Desa Suak Timah menjelaskan bahwa festival menjadi salah satu media dalam rangkaian proses yang sudah dilakukan bersama masyarakat.
“Festival ini bagian dari rangkaian aktivasi Pengembangan Ekonomi Budaya. Sebelum festival, ada proses penguatan masyarakat melalui workshop dan pendampingan, kemudian pengembangan produk, penguatan UMKM, sampai pengembangan wisata budaya berbasis masyarakat. Festival menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil dari proses tersebut. Setelah festival, proses tersebut akan terus diarahkan melalui produksi dan pemasaran produk masyarakat, penguatan UMKM, serta pengembangan Travel Pattern dan paket wisata budaya berbasis masyarakat.”
Dengan demikian, Festival Nipah 2026 bukan akhir dari program, tetapi salah satu tahapan dalam proses Pengembangan Ekonomi Budaya yang diarahkan untuk membangun aktivitas budaya dan ekonomi yang dapat terus berjalan di Gampong Suak Timah.
Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Bupati Aceh Barat atau yang mewakili, OPD se-Kabupaten Aceh Barat, serta Muspika Kecamatan Samatiga.
